Senin, 26 November 2018

MENINGKATKAN MUTU KUALITAS PERGURUAN TINGGI (STIKES JAYAPURA)

Adriana Sainafat, S.ST.,M.Kes

Mahasiswa Program Doktoral Fakultas kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar/Dosen STIKes Jayapura.

BRANDING MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI

Pendidikan tinggi menurut UU RI No. 12 Tahun 2012, BAB I, pasal 1 ayat 2 yang mengatakan bahwa  jejang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doctor dan program profesi serta program spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia. Pendidikan tinggi di Indonesia bertambah jumlahnya khususnya perguruan tinggi swasta menurut data APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Indonesia) pada tahun 2010, tercatat 3.017 institusi perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia mulai dari akademi, sekolah tinggi, institute hingga universitas, perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi  (IPTEK) memaksa perguruan tinggi  menyediakan kualitas yang bermutu. Dari jumlah perguruan tinggi swasta yang semakin meningkat pertahun, tentunya memiliki daya saing, aroma-aroma kompetisi yang cukup tinggi untuk mendapatkan calon mahasiswa.
Permasalahan yang sering didengar bahwa perguruan tinggi swata ataupun akademi yang tutup karena tidak memiliki mahasiswa. Menurut konsultan brand, Amelia Maulana mengatakan bahwa perguruan tinggi harus memiliki branding yang  baik dan berusaha untuk tetap eksis menghadapi persaningan tersebut dan apabila tidak memiliki branding yang baik akan mudah dilupakan calon mahasiswa bahkan mahasiswa itu sendiri. Dapat dilihat dari Survey yang dilakukan oleh Beaver College, sebuah kampus kecil dekat Philadelphia, terhadap calon mahasiswa, hasil survey yang ditemukan bahwa 30% responden menganggap kampus ini tidak menarik karena namanya kurang terkenal. Dari hasil survey, maka Beaver College mengubah nama-nya menjadi Acardia University.
Pendidikan dianggap sebagai sebuh industry/perusahaan yang memiliki bisnis yang besar, kegiatan branding merupakan salah satu cara untuk memperkuat merek dimata konsumen atau stakeholder. Branding sering dipakai pada perusahan-perusahan untuk melakukan aktivitas promosi dengan tujuan untuk memperkenalkan, meningkatkan, bahkan mempertahankan merek/produk dimata konsumen. Pada konteks instansi pendidikan swasta perlu ditingkatkan lagi internal branding sebab banyak munculnya berbagai perguruan tinggi dengan penawaran mutu pendidikan yang menjanjikan sehingga membuat calon mahasiswa baru merasa perlu untuk membandingkan perguruan mana yang harus dipilih. Perguruan tinggi memiliki branding yang berbeda-beda untuk membedakan suatu perguruan tinggi dengan yang lain dibutuhkan suatu diferensiasi yang menjadi pembeda bagi perguruan tinggi lainnya.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Jayapura adalah sekolah tinggi kesehatan (swasta) yang berkedudukan di Kota Jayapura Ibu kota Propinsi. STIKes Jayapura dikenal dimata masyarakat dengan slogan/citra STIKes Jayapura Menuju Papua Sehat yang memiliki arti bahwa kelulusan STIKes Jayapura mampu memberikan sumbangsih positif kepada masyarakat papua salah satunya dalam pelayanan di Rumah Sakit, Puskesmas dan bahkan perguruan tinggi swasta sebagi dosen. Tingkat keberhasilan alumnus STIKes Jayapura membuktikan bahwa STIKes Jayapura mampu berkompetisi dengan perguruan tinggi lainnya. Nah maka dapat dilihat bahwa STIKes Jayapura melahirkan sarjana yang  berkarakter didalam dunia kerja, diantaranya mau bekerja keras, memiliki visi kedepan, mampu bekerja sama dalam tim (Team Work), mudah beradaptasi, mampu berfikir analitis. Kelulusan sarjana yang memiliki karakter diasah pada masa perkuliaan dalam proses pembelajaran sistem tutor, beberapa mata kulia yang dianggap linier dalam dunia kerja diantaranya konsep kebidanan, komunikasi dalam praktik kebidanan dijadikan sebagai mata kulia yang sistem belajar tutor, dengan tujuan mengajarkan mahasiswa mencari, menemukan, menganalisis dan mampu bertanggung jawab pada teori yang didapat. Sistem perkuliahan tutor terdiri dari 10-15 orang, sehingga mereka belajar untuk  bekerja sama dalam tim. Kelulusan STIKes Jayapura sebagai modal investasi masa depan, berkualitas dapat menentukan karir seseorang dalam dunia kerja sehingga menjadi lebih profesional. Oleh karena itu perguruan tinggi STIKes Jayapura saat ini di pandang penting oleh masyarakat.
Nah........Apa yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi untuk meningkatkan minat mahasiswa baru dan meningkatkan mutu pendidikan ?? Seperti telah jelaskan diatas memiliki brangding yang baik, slogan/citra yang menarik perhatian dari kalangan masyarakat terlebih khusus calon mahasiswa. Tips Strategi Branding yang cocok :
1.      Akreditasi
Tentu akreditasi yang dilihat pertama kali bagi calon mahasiswa baru atau stake holder, maka sangat penting suatu perguruan tinggi melakukan akreditasi yang dilakukan oleh BAN-PT. akreditasi tidak semata menarik minat mahasiswa, namun dapat menarik beberapa instansi untuk bekerja sama. Penulis menanyakan kepada beberapa calon mahasiswa apa yang membuat anda tertarik untuk melanjutkan studi di STIKes jayapura, jawanya karena telah terakreditasi dan berkualitas dalam dunia kerja.
2.      Sistem Informasi
Ilmu pengetahuan & teknologi (IPTEK) selalu berkembang pada perubahannya, pada zaman now rata-rata mendapatkan informasi atau mencari informasi terkait ilmu pengetahuan melalui  internet, sosial media, tidak dipungkiri bahwa pada zaman naw teknologi sudah sangat membantu instansi pendidikan, dan ini sangat bermanfaat untuk digunakan alat branding kampus untuk menarik mahasiswa baru dengan pelayanan yang serba canggih, sistem informasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam hal PMB, keakademikan, SDM, training dan pelatihan. Dan tentu kampus yang menggunkan sistem informasi lebih terlihat profesional, sistem informasi, kampus didapatkan seperti  laporan-laporan yang tertata rapi, modul pembelajaran dll, sehingga memudahkan para pegawai, dan memperoleh data yang detail dan valid untuk data evaluasi
3.      Promosi
Promosi merupakan salah satu kompoen yang diprioritaskan dalam kegiatan branding. Dengan adanya promosi maka stakeholder terlebih khususnya calon mahasiwa akan mengetahui bahwa kampus mempunyai banyak program yang bagus untuk para calon mahasiswa. Perlu diindak hanya sebatas pada dana yang miliki oleh instasi, tapi kegiatan promosi bisa dilakukan dengan menonjolkan prestasi-prestasi yang bagus yang telah diraih kampus atau lain sebagainya. Membuat brosur kampus, iklan dan memanfaatkan sosial media untuk promosi kampus
4.      Beasiswa
5.      Different
Branding yang tidak boleh terlewatkan lagi adalah punya pembeda atau keunikan tersendiri dari kampus-kampus lain, seperti mempunyai jurusan yang tidak dimiliki kampus lain, contoh STIKes Jayapura memiliki Lab ATM yang kepanjangannya Lab HIV/AIDS, Tuberkolosis, dan Malaria, lab tersebut jarang bahkan tidak ada di kampus lain.  Tujuan Lab ATM dibentuk untuk mengajarkan dan melatih ketrampilan serta etika komunikasi, edukasi dan konseling kepada pasien-pasien yang terdiagnosis HIV/AIDS, Tuberkolosis dan Malaria, 3 masalah kesehatan tersebut yang tertinggi dipapua.
Memiliki slogan yang unik  seperti “STIKes Jayapura menuju sehat” rasionalnya dapat memberikan dampak pada emosi para calon pendaftar, Keunikan ini akan melekat di otak para calon mahasiswa dan akan lebih menarik para calon mahasiswa baru.
6.      Mempunyai Pusat Career Center
Pusat Career Center sangat penting dan sangat diperlukan bagi para alumni untuk mengetahui tentang lowongan kerja serta mendapat informasi tentang perusahaan yang telah bekerjasama denganperguruan tinggi mereka. Ban-PT pun menganjurkan adanya Pusat Career Center yang bertujuan untuk mengurangi pengangguran, dan tentunya sebagai salah satu point penilaian dalam akreditasi. Biasanya pemantauannya menggunakan Aplikasi Tracer Study. Point tersebut memiliki branding yang sangat bagus karena rata-rata para calon mahasiswa baru akan melihat apakah setelah lulus mereka akan diperhatikan oleh kampus untuk melanjutkan di dunia kerja.
7.      Alumnus Sebagai Pemasar Perguruan Tingggi
Alumnus juga memiliki peranan penting sebagai branding yang bik, para alumnus yang berprestasi akan dijadikan model, kaca mata pembandng agar dapat merasakan kesuksesan yang sama
8.      Publikasi
Publikasi perguruan tinggi, sekolah tinggi memiliki banyak manfaat seperti mmemanfaatkan website kampus. Untuk memplubis, profil kampus, progam study/jurusan, beasiswa maupun informasi terkait kampus dll. Publikasi dalam bentuk lain dan mempunyai dampak signifikan yaitu dengan mengirimkan berita atau penelitian ke jurnal internasiona. sudah pasti perguruan tinggi akan semakin terkenal.
9.      Mengikuti Konfrensi dalam negeri dan luar negeri
Para pimpinan kampus dapat mengikuti konfrensi nasional maupun internasional untuk  menegenalkan kampus mereka kepada pihak lain, sehingga tercipta kerja sama antar kampus, Jika sebuah instansi pendidikan tak asing di telinga para pimpinan kampus lain, makan akan banyak tawaran kerjasama antar kampus, dan ini dapat meningkatkan eksistensi kampus tersebut sehingga para calon mahasiswa tertarik untuk mendaftarkan diri di kampus yang memiliki partner universitas luar negeri.
Kesimpulan
·  Branding yang baik tentu sangat penting dalam perguguruan tinggi untuk menarik stakeholder, meningkatkan minat generasi muda melanjutkan study pada perguruan tinggi yang mampu menciptiptakan mutu yang berkualitas dan memiliki jiwa berkompitisi sehat yang mampu bersaing dengan kampus lain, dan dapat sebagai model setelah lulus dari perguruan tinggi tersebut.
·      Branding yang baik, perguruan tinggi, sekolah tinggi perlu meningkatkan kualitas internal pendidikannya, dengan cara meningkatkan kualitas pengajar yang bisa mengahadapi generasi milinial yang mengandung 4C (Critical Thinking, Collaboration, Communication, Creativity), pelayanan akademik yang rapi dan sistematis, kebijaksanaan kepemimpinan.

Kamis, 10 November 2016

CERITA ASIK SI 'GEMBEL'




Melanglang buana tak tentu arah berjalan kesana kemari, kejar – kejaran, umpet – umpetan, pindah – pindah kesana kemari tidak tentu arah tanpa ada tujuan hidup.
Namun walaupun tidak adanya tujuan hidup namun mempunyai harapan untuk hidup. Kok bisa yah seorang gembel mempunyai harapan hidup :” Hahahahahahahahahha”… Pasti ada saja tawa dan sindiran atau umpatan/makian hina bagi si “Gembel”. Dalam keseharian sebagai orang Gembel yang hidup di pinggiran kota yang kumuh dan berbau serba mampuslah kasarnya. Yaitu dia tidak ada tujuan hidup. Tempat nongkrong yang asik adalah duduk di pinggiran tempat buangan sampah yang entah darimana datangnya, tiap hari datang, di angkut mobil truk sampai di angkut oleh mobil pribadi, “wahhhh…gila bener kayanya,sampah aja di angkut mobil pribadi..ckckckckckckck…kata si gembel sih ,hehehehehehe”…. 
Di buangnya kan dimana tempat si Gembel lagi nongkrong. Di lihatnya juga “Gila” sampah sampahnya kelihatan bekas barang mewah-mewah nih lumayan lah buat nyambung hidup, di punguti dan di tampung. Demikian hari ke hari sampai-sampai kadang di “usir” dan pindah lagi ke tempat lain.

Seakan tidak ada habisnya permasalah si Gembel ini sampai bingung dia mikirnya pendidikannya aja kaga lulus SD gimana bisa berpikir cari kerja??? Salah orang tua nya tidak mau sekolahin anaknya, heemmmmm…. Tidak mungkin juga, kan ortunya tidak kerja juga sama seperti Gembel se profesi… Nggak tau lah intinya nggak tamat SD.hehehehehehheee
Suatu hari Gembel membaca berita,eeeiittsssss,,,tunggu dulu Gembel kan tidak tau baca????? Heeemmm.. Oh iya salah,suatu ketika Gembel mendengar berita di Televisi tentang pergusuran, Demo, macet dan macam- macam persoalan Bangsa Indonesia khusunya Ibukota. Yah Indonesia, karena Gembel kan orang Indonesia, maka di tulis pakai bahasa Indonesia…hahahahhahaaa.. Lulus SD saja tidak tau makanya kalu ada siaran bahasa Inggris, Gembel bengong aja sambil menggerutu, :” Sedangkan , I don’t now, Aku tidak tau.. apalagi , What the meaning, Apa artinya??” wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk..
Kembali ke persoalan tadi Gembel mendengar fenomena bangsa yang selalu saja ada permasalan, seakan tida pernah habis – habisnya. Gembel berpikir kok Bos – bos di atas ( di atas mana Mbel, loteng) tidak pernah habis-habisnya buat masalah trus satu bicara A yang lain B. Biarlah itu masalah Boss kita sih masyarakat kecil dengar aja, kalu punya hati nurani sih jagnan saling jatuh menjatuhkan, iri hati, benci, nggak masuk surga pastinya. Apa salahnya sih diam aja saling mendukung supaya Negara ini aman sejatera, tiap lima tahun sekali rubah lagi, rubah lagi dari awal terus dong….. Ahhh pusing aku. Coba aja aku yang jadi pemimpin akan kurubah semuanya, lho kok rubah lagi, dari awal lagi dong,hehehehe, ibarat perang : Pantang mudur selangkah pun, tapi maju nggak,,hahahahaha….. di tempat aja dong….huhhhhh,
Aku lagi mikir diriku nih tempat tinggal aku. Coba aja buat Bedah Pemukiman Pinggiran atau Bedah Pemukiman kumuh, warganya di buatkan Rumah baru dengan penataan layak huni gratis, di buatkan Prona sertifikat hak tinggal supaya ada pajaknya, bayangkan aja kalau ada ribuan KK yang tinggal kalu ada tempat tinggal dan membayar pajak wahhh… bertambah dong uang Negara, juga Bos-bos,hehehehhe,, di buat bagus layaknya perumahan, dan di tanami pohon ada tamannya pasti yang kumuh bau banyak lalat itu jadi indah dan sehat tanpa harus di gusur gusur nanti Gembel lari larian lagi dong..
Kemana mana aku jalan kaki aja deh kalu ke kota maklum selain tidak punya ongkos, kan macet lama nanti sampai tempat tujuan, iyakan?…. Jalan aja sehat kok.. cobain deh,,heheheheheheee,, bisa aja kamu Mbel.. Capek tau.. 
Atasi macet, yah tidak bisa lah kata Gembel.. kan jalannya dan luas wilayah tidak bertambah, tapi kendaraannya yang bertambah mana mungkin tidak macet. Aku aja bisa kredit Motor Bekas harga @ 2 jutaan,heehhehee.. sehari aja kendaraan yang keluar pabrik brapa, yang beli berapa, sehari bisa ratusan unit yang di beli kalu sebulan, setahun??coba di jejerin mana lebih panjang kendaraan apa jalan??? Macet itu tidak bisa di atasi tapi ada solusi.. waaahh Apa tuh Mbel???? Gini coba mikir ,
 1. PAJAK kendaraan yang seumpama 5juta per tahun naikan jadi 15-20 juta/tahun. Jadi pajaknya naikin ber-x lipat supaya mengurangi daya beli kendaraan masa anak aja di batasi 2 ANAK cukup.. wah gk Manusiawi banget kan banyak anak banyak rejeki banyak harta banyak pengeluaran.hahahahhahaha, kendaraan juga bisa dong di serukan 1 KENDARAAN Cukup satu keluarga, kecuali selingkuhan,,atau istri lain,hehehhehehehe, kalu yang nekad beli kendaraan lebih dari satu yah pajak negara bertambah banyak toh…wkwkwkwkwkwkwkwkwkkwk.., 2. Anak sekolah ada Bis sekolah, kok karyawan dan pegawai tidak ada atau minim? Yah bisa saja kan instansi pemerintah dan karyawan PT pakai bus khusus untuk ke kantor. Kendaraan Dinas kan ada kalu kesana kemari dinas, ada kendaraan, coba bayangkan aja ada berapa juta karyawan dan pegawai, perkiraan kasar  ada 1 juta orang pegawai dan karyawan yang punya kendaraan, jika di angkut pakai bus, 20.000 unit bus.maka bus muat 1 juta orang, kan 1 Bus 50 orang jadi ada sekitar 980.000 kendaraan yang parkir di rumah masing2, jalanan sepi dong..hahahahahaa, pinter juga lu Mbel matematikanya Tidak tamat SD juga.hehehe… Jadi yang jalan hanya Kendaraan Dinas dan Umum yah, serta yang tidak jadi karyawan atau pegawai.. Apalagi Mbel… 3.   Kendaraan yang kena tilang karena tidak ada surat2nya kasih kan ke aku aja..hahahahahahahhaaa…. Itu aja dulu pusing ku mikirnya… Daahhhhhhhh… aku jalan dulu, ribet mikirnya…
Heeeehehehe, humor dikit lah..
Hahahahahahahha,, ada ada saja si Gembel walau tidak sekolah tapi ada aja harapan yang di isyaratkan dan di sampaikan buat “Bos bos” kata Gembel.. Yah tinggal Bos- bos aja yang bisa berpikir lebih cerdas kan tingkat pendidikan dan pengalaman lebih dari segalanya.. Apalah artinya seorang GEMBEL???



SI GEMBEL